MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
“
PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP “
Disusun Oleh :
NAMA : AHMAD ARDHAN RAUF
NIM
: H0417506
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULAWESI BARAT
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat
Allah Yang Maha Esa yang telah meberikan kesehatan dan kesempatan kepada kami
semua, sehingga makalah yang berjudul “Pendidikan Seumur Hidup” dapat kami
selesaikan.
Ucapan
terimah kami ucapkan kepada semua pihak yang telah dalam penuyusan makalah ini.
Yang senantiasa memberikan materi maupun pikirannya.
Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah wawasan bagi setiap pembacanya.
Dan menjadi bahan referensi kedepannya serta melengkapi kekuarangan yang terdapat
dalam makalah ini. Mengingat kurangnya pengetahuan maupun pengalaman kami,
sehingga makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makakah ini.
Polman,
22 November 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pada dasarnya ciri-ciri pembawaan manusia
yang essensial dari berbagai “ras” dan kelompok “etnis” adalah sama,
tetapi sifat-sifat spesifik yang disembunyikannya pada masing-masing individu
sangat bervariasi, setiap individu pada saat konsepsi menerima warisan genetik
dari kedua orang tuanya yang akan memberikan potensi bagi perkembangan dan
tingkah laku sepanjang hidupnya. Warisan genetik manusia yang khas adalah
otaknya yang jauh lebih mampu dari spesies lainnya. Otak mampu menghasilkan
suatu jaringan komunikasi yang luar biasa, disertai kemampuan dalam
mengintegrasikan dan menyimpan pengalaman-pengalaman baru, melakukan penalaran,
membayangkan dan melakukan pemecahan suatu masalah.
Seperti halnya dengan sifat-sifat konstitutional yang
lain, setiap individu juga berbeda taraf kecerdasannya. Melalui perbedaan
konstitutional ini tampaknya pembawaan merupakan faktor penting yang memberi
kelengkapan dasar pada individu untuk berkembang, akan tetapi pembentukan
potensi yang sama dengan menyangkut persepsi, perasaan perpikir, bertindak
tergantung pula pada lingkungan fisis dan lingkungan sosio-kultural.
Lingkungan sosio-kultural merupakan faktor yang sangat
berperan dalam pembentukan tingkah laku manusia, setiap lingkungan sosio-kultural
pada dasarnya heterogen, terdiri dari sub budaya yang
masing-masing mempunyai ciri dan sosialisasi yang khusus bagi anggotanya.
Tetapi perkembangan manusia itu bukan hasil belaka
dari pembawaannya dan lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan
tetapi ia memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk.
Proses perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan yang telah ada
pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang
itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut
menentukan atau memainkan peranan juga.
B.
TUJUAN
Adapun
tujuan dari makalah ini adalah:
1. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan pembawaan.
2. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan lingkungan.
3. Mengenal
teori-teori temtamg pembawaan dan lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pembawaan
Pembawaan ialah seluruh
kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat
pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat
diwujudkan (direalisasikan). Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai
kesanggupan untuk dapat berjalan, potensi berkata-kata, potensi untuk belajar
ilmu pasti, pembawaan untuk bahasa, untuk menggambar, intelegensi yang baik dan
lain-lain.
1. Macam Macam Pembawaan
a.
Pembawaan Jenis
Tiap-tiap manusia biasa diwaktu
lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya,
anggota-anggota tubuhnya, intelegensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu
menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.
b.
Pembawaan Ras
Dalam jenis manusia pada umumnya
masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan
keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.
c.
Pembawaan Jenis Kelamin
Setiap manusia yang normal sejak
lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.
d.
Pembawaan Perseorangan
Tiap orang (individu) memiliki
pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal,
banyak ditentukan oleh pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.
2. Jenis-jenis pembawaan perseorangan
a.
Konstitusi tubuh, termasuk didalamnya : motorik,
seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara.
b.
Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih
menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang
dimiliki oleh ayah atau ibunya.
c.
Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.
d.
Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta
tipe-tipe intelejensi.
e.
Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.
f.
Tempo dan ritme perkembangan
Sifat bawaan atau gen yang dibawa anak sejak lahir
dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan
selebihnya berasal dari nenek moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan
ayahnya), hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Gregor Mendel.
Pembawaan tersebut berupa sifat, ciri, dan kesanggupan yang biasa bersifat
fisik atau bisa juga yang bersifat psikis (kejiwaan). Warisan atau pembawaan
yang terpenting antara lain: bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, inteligensi ,bakat
watak dan penyakit. Sedangkan sifat malas, lekas marah, dan kemampuan memahami
sesuatu dengan cepat adalah sifat-sifat psikis yang mungkin berasal dari
pembawaan. Seluruh pembawaan yang terdapat dalam diri seseorang merupakan
keseluruhan yang erat hubungannya satu sama lain; yang satu menentukan,
mempengaruhi, menguatkan atau melemahkan yang lain.
3. Bentuk tubuh
dan warna kulit
Salah satu warisan yang dibawa anak
adalah betuk tubuh dan warna kulit.Dan pengaruhketurunan (pembawaan) terhadap
pertumbuhan jasmani anak. Bagaimana pun canggihnya teknologi untuk mengubah
bentuk dan warna kulit seseorang namun faktor keturunan jangan diabaikan.
4. Sifat-sifat
Sifat-sifat yang dimiliki seseorang
adalah salah satu aspek yang diwariskan orang tua kepada anak-anaknya.Seperti,
penyabar, pemarah,kikir boros, hemat dan sebagainya.Sifat berbeda dengan
kebiasaan.Sifat sangat sulit untuk diubah, sedangkan kebiasaan dapat diubah
jika dia mengkehendaki dan bersungguh-sungguh mau merubah kebiasaannya itu.
Sifat atau kebiasaan merupakan corak dari kepribadian seseorang atau suku
bangsa.
Ahli psikolog Edward Sparanger
membagi tipe-tipe manusia berdasarkan sifat yang dimilikinya, antara lain :
1. Manusia
ekonomi: memiliki sifat rajin bekerja, hemat, dan lain-lain
2. Manusia politik:
suka menguasai dan memerintah
3. Manusia
seni: suka keindahan dan punya perasaan halus
4. Manusia
agama: suka mengabdi dan taat melaksanakan ibadah
B.
Lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang
datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar,
pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar
itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat
pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada
individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau
kesempatan-kesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat
dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu
bersangkutan.
Secara fisiologis, lingkungan
meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh. Dan secara
psikologis, lingkungan mencakup segenap stimulasi yang diterima oleh individu
mulai sejak dari konsensi, kelahiran hingga kematiannya.
1. Keluarga
Keluarga merupakan pendidikan tertua
yang bersifat informal yang pertama dan utama dialami oleh anak serta lembaga
pendidikan yang bersifat kodrati. Orang bertanggung jawab memelihara, merawat,
melindungi dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Pendidikan
keluarga berfungsi:
-
Sebagai pengalaman pertama masa anak anak
-
Menjamin kehidupan emosial anak
-
Menanamkan dasar moral
-
Memberikan dasar pendidikan social.
-
Meletakkan dasar-dasar agama bagi anak.
2. Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat
dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal pengetahuan dan
berbagai macam ketrampilan.Oleh karena itu anak dikirim ke sekolah.Sekolah
bertanggung jawab atas pendidikan anak selama mereka diserahkan kepadanya.
Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga pendidikan diantaranya
sebagai berikut:
·
Sekolah membantu orang tua mengerjakan
kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
·
Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan didalam
masyarakat yang sukar dan tidak dapat diberikan di rumah.
·
Sekolah melatih anak-anak memperoleh
kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis,berhitung, menggambar serta
ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
·
Disekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan,
estetika, membenarkan benar atau salah dan sebagainya.
3. Masyarakat
Dalam konteks pendidikan masyarakat
merupakan lingkungan-lingkungan keluarga dan sekolah.Pendidikan yang dialami
dalam masyarakat ini telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah
lepas dari asuhan keluarga dan berada diluar dari lingkungan.Dengan demikian,
berarti pengaruh pendidikan tampaknya lebih luas.
4. Keadaan alam sekitar
Keadaan alam sekitar tempat tinggal
anak juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai contoh
anak-anak di desa lebih suka terhadap keadaan yang tenang, sedangkan anak-anak
kota lebih senang dengan keramaian. Sehingga dari uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa lingkungan disekitar anak tinggal itu mempengaruhi
perkembangan anak atau individu.
C.
Teori-Teori Mengenai
Pembawaan dan Lingkungan
1.
Empirisme
Empirisme
adalah suatu aliran atau paham yang menganggap bahwa segala kecakapan dan
pengetahuan manusia timbul dari pengalaman (empiri) yang masuk melalui indera.
Jadi, yang menentukan perkembangan anak (manusia) adalah semata-mata
faktor-faktor eksternal (lingkungan).
Dengan kata lain, hanya pendidikan (atau lingkungan) yang berperan atas pembentukan anak.
Dengan kata lain, hanya pendidikan (atau lingkungan) yang berperan atas pembentukan anak.
2.
Nativisme
Sebagai
reaksi terhadap empirisme, muncul nativisme.
Aliran nativisme berpendapat bahwa tiap-tiap anak dilahirkan dengan membawa sejumlah potensi (pembawaan) yang akan berkembang sendiri menurut arahnya masing-masing. Bagi nativisme, lingkungan sekitar tidak ada artinya, sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Oleh karena itu, pendidikan sebenarnya tidak diperlukan, dan inilah yang disebut sebagai pesimisme pedagogis.
Aliran nativisme berpendapat bahwa tiap-tiap anak dilahirkan dengan membawa sejumlah potensi (pembawaan) yang akan berkembang sendiri menurut arahnya masing-masing. Bagi nativisme, lingkungan sekitar tidak ada artinya, sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Oleh karena itu, pendidikan sebenarnya tidak diperlukan, dan inilah yang disebut sebagai pesimisme pedagogis.
3.
Naturalisme
Pandangan
yang mirip dengan pandangan nativisme dikemukakan oleh para penganut paham
naturalisme. Sesuai dengan akar kata naturalisme, yakni nature ‘alam’ atau ‘apa
yang dibawa sejak lahir’, aliran ini berpandangan bahwa seorang anak telah
mempunyai pembawaan sejak lahir. Namun dalam peryataan pernyataan J.J. Rousseau
justru pandangan naturalisme memiliki unsur kesamaan dengan empirisme. Ia menyatakan
bahwa “semua anak adalah baik pada waktu baru datang dari Sang Pencipta, tetapi
semua menjadi rusak di tangan manusia”.
Jadi,
walaupun manusia lahir dengan potensi pembawaan baik, tetapi bagaimana hasil
perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterimanya
atau yang mempengaruhinya. Jika pengaruh itubaik, akan menjadi baiklah ia,
tetapi bilamana pengaruh itu jelek akan jelek pula hasilnya.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang kami peroleh berdasarkan rumusan masalah kami adalah sebagai berikut:
1.
Pembawaan ialah seluruh
kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat
pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat
diwujudkan (direalisasikan).
2.
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar
diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan
sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya
terdapat perbedaan.
3.
Tori-teori
dalam pembawaan dan lingkungan diantaranya ialah :
a. Empirisme
b. Nativisme
c. Naturalism
B.
SARAN
Meskipun
kami menginginkan kesempurnaan makalah ini, akan tetapi pada pada kenyataannya
masih banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki. Hal ini disebabkan masih
minimnya pengetahuan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
dari para pembaca sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi kedepannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahlila
Kholil. 2015. Pembawaan, Lingkungan, dan
Keturunan.
1 November 2018
Dahlan
Fadilah. 2015. Makalah Pembawaan dan
Lingkungan.
Sukajadi
Afrijal. 2012. Makalah Pembawaan dan
Lingkungan.

90
BalasHapus90
BalasHapus93
BalasHapus93
BalasHapus